Showing posts with label Slice of Write. Show all posts
Showing posts with label Slice of Write. Show all posts

Sunday, 3 March 2019

Karena Apalah Arti Penulis Tanpa Sang Editor

Ini editor pertamakuuu, selalu untuk selamanya deh kayanya.
Sejak Benji, sampai sekarang Kumpulan Aktivitas untuk PAUD, saya selalu bekerja sama dengan Beliau - Pak Yogi.

Orangnya sabar, terutama setiap kali saya memberondong Beliau dengan pertanyaan-pertanyaan seputar proses terbit buku sampai pertanyaan bernada kecemasan terkait penjualan. 

Orangnya super sabar dan selalu memotivasi sangat, setiap kali saya hilang arah dan memutuskan berhenti sejenak.
"Sekarang lagi nulis apa, Bu?" tanyanya yang selalu membuat saya terlonjak dan merasa bersalah karena memutuskan menyerah secepat itu.
Atau,
"Nggak apa-apa, Bu. Saya tunggu naskahnya," katanya penuh pengertian, membuat saya ingin menangis di tengah rasa frustasi mengejar deadline naskah sekaligus merasa sangat berterima kasih. 

Beliau juga yang menanamkan rasa percaya diri dan kemampuan untuk terus meningkatkan keterampilan menulis melalui setiap saran dan masukannya, terutama untuk setiap penawaran,
"Mau coba menulis naskah ini, Bu?"

Dan ini, foto pertama Beliau bersama buku saya :)
Nice, ya!

gambar dari IG Pak Yogi



"Senang rasanya bisa menjadi salah satu jalan untuk mewujudkan impian para penulis buku PAUD. Banyak pengalaman menarik, betapa bahagianya mereka saat karyanya sudah terbit. Ada rasa kebanggaan tersendiri, apalagi kalau bukunya disukai anak-anak usia dini. Salam kreatif & teruslah produktif. Itulah yang memotivasi mereka untuk terus berkarya - Alf. Yogi S."


Menulis itu tidak pernah mudah, tapi buat saya, selalu layak untuk dijalani.
Prosesnya akan tetap menyenangkan, jika kamu berhasil menemukan tim pendukung yang tepat.
Buat saya, Pak Yogi salah satunya.

Terima kasih, Pak Yogi...sudah bersabar menghadapi saya sejak awal kita bekerja sama.
Semoga semakin banyak karya yang kita terbitkan bersama demi kemajuan literasi Indonesia!
Kamu juga, ya!
\(^0^)/


Saturday, 16 February 2019

Merayakan Kehidupan, Kebersamaan, dan Kebaikan Tuhan

Karena setiap peristiwa kehidupan selalu menitipkan makna untuk menjadi bekal cerita... 


Bersama salah satu tim pendukung kehidupan :)
bersyukur atas satu tahun lagi yang ditambahkan.

Terima kasih karena telah menerima saya apa adanya dan membiarkan saya terus bertumbuh.
Terima kasih karena memberi saya banyak kesempatan untuk  belajar lebih peka tentang kebutuhan sesama,
untuk kembali merenungkan hal-hal apa saya yang bisa saya tuliskan
untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih ramah, lebih damai,
lebih layak untuk diperjuangkan.

Hari ini, kami merayakan kehidupan, kebersamaan sekaligus kebaikan Tuhan.
\(^0^)/

Friday, 15 February 2019

The Prove of (Forever) Write


Perjuangan sejak tahun 2013;

terkadang diabaikan karena penulisnya-nggak-terkenal,
terkadang angka penjualannya nggak bagus,
terkadang bukunya susah dicari padahal stok di komputer masih ada,
terkadang muter di rak tokonya cepat sekali saking ribuannya buku terbit,
terkadang persaingannya tak tertahankan.

tapiii,
aku akan tetap menulis dan masih selalu jatuh cinta pada setiap prosesnya. 

Seperti yang Bunda Theresa bilang,
"God has not called me to be successful, He called me to be faithful."
Maka, aku pun begitu.
*yah meski nggak nolak jugalah kalo dikasih sukses. Hahaha.

Mari kita tetap semangat!
\(^0^)/

Tuesday, 29 January 2019

Meriahkan 2019 dengan Aneka Aktivitas Lengkap!


Buku akan datang,
"Kumpulan Aktivitas Lengkap untuk PAUD."
Selain ceritanya banyak, tentunya, aktivitasnya pun lengkap.
Sebelum saya bercerita panjang kali lebar, simaklah video di atas.
Sampai bertemu di toko buku kesayanganmu!
\(^0^)/

Saturday, 19 January 2019

Ikan Besar di Komcil Januari 2019

"Misi Penyelamatan Ikan Besar" di rubrik Komcil - Majalah Komunikasi 459, Januari 2019

Yahu!
Tahun 2019 di Majalah Komunikasi Keuskupan Bandung resmi dibuka oleh si Ikan Besar. Senangnya! Tema-tema cerita sepanjang tahun ini akan mengangkat tokoh-tokoh dalam Alkitab, terutama reaksi mereka dalam menanggapi panggilan Tuhan. Terlalu biasa, ya? Tenang, supaya nggak membosankan, saya mencoba mengangkat cerita mereka dari sudut pandang hewan yang ada di sekitar para tokoh. Ini sebenarnya lebih ke menantang diri sendiri mencoba memberikan warna cerita yang berbeda. Hehe.

Misi tahun ini, selain mengajak para pembaca agar lebih peka terhadap panggilan atau rencana Tuhan, juga ingin mengajak, terutama pembaca cilik, untuk lebih sering membuka-lalu-membaca Alkitab. Maka, selalu ikuti juga lembar Sersan-Bnya ya!

Sersan B - lembar aktivitas anak terkait rubrik Komcil


Selamat membaca!
\(^0^)/ 

Tuesday, 15 January 2019

Tahun Baru, Proyek Baru = Seru!

foto oleh Kak Rena Asyari

Happiest job;
it's always contain passion, happiness, and friendship for sure.

Dalam pertemuan pertama bersama teman-teman Seratpena yang aktif membangun kecintaan membaca pada masyarakat. Kak Dy dan Kak Rena mengajak saya untuk ikut berpartisipasi aktif membuat dan menyajikan konten-konten positif di media, terutama untuk anak dan para milenials.

Wuah, senang sekali tentu saja. Apalagi ketika tahu kemasan kali ini dalam bentuk video. Yay! Anak gaptek ini akhirnya bisa melahirkan karya bentuk lain. Apalagi, Kak Dy itu jago di bidang musik, sementara Kak Rena sudah fasih menulis tingkat tinggi di bidang sastra dan budaya. Oke, saya bisa belajar banyak! Amin.

Doakan proyek ini dapat berjalan dengan lancar, ya. Rencananya kami akan membuat video-video bertema seni-budaya dan sastra dalam durasi satu menit saja. Ringan, namun tetap sarat ilmu pengetahuan.

Dearest, Kak Dy dan Kak Rena... terima kasih untuk kesempatan dan kepercayaan kalian.

Semangat!
\(^0^)/


Monday, 31 December 2018

Terima Kasih, 2018!

buku terbit 2018
Hai, 2018...
terima kasih karena tidak pernah menyerah sepanjang tahun ini.
Dear, Kamu...
terima kasih sudah turut menjadi bagian dari perjalanan saya :)

Tahun ini sangat menyenangkan, karena selain bisa konsisten menulis satu seri cerita dan aktivitas untuk anak usia dini, impian selama ini bisa terbit novel dan pictbook pun terwujud!
Aseli, tahun ini jadinya banyak sekali belajar hal-hal baru, terutama yang terkait penulisan novel dan pictbook, berikut proses terbitnya.

Dan bersama "Berapa Umur Bumi," saya mengenal banyak orang dan lembaga baru. Tahun yang menyenangkan!

Selamat menutup tahun 2018 bersama orang-orang tersayangmu.
Sampai jumpa lagi di tahun 2019!
\(^0^)/


Friday, 14 December 2018

Kisah Kamis di Riung Ideu



Kamis kemarin mencoba kembali mendongeng di slot Kisah Kamis, di Perpustakaan Riung Ideu. Lebih percaya diri karena mendongengnya di kelompok kecil, terus saya baru saja menemukan buku yang lucu sangat, "The Cow That Went Oink" karya Bernard Most.
Bahkan dari judulnya aja kocak, ya?

Jadi singkat ceritanya, tentang seekor sapi yang bersuara "Oink" dan selalu ditertawakan teman-teman sapinya. Ia lalu bertemu seekor babi yang bersuara, "Moo," yang juga ditertawakan kawanannya. Sebenarnya, bisa ditebak sih, mereka berdua saling mengajari agar masing-masing bisa bersuara yang sebenarnya. Yang bikin menarik, bagaimana si penulis menggambarkan proses belajar keduanya itu. Bacanya antara terharu dan ingin tertawa deh.
Ceritanya lucu, pesan tentang keberagaman yang diangkat pun melekat kuat.

Dan, siapa yang sangka kalau hari itu Riung Ideu kedatangan Mas Djuli Pamungkas, yang kemudian meliput kegiatan dongeng sore itu di beritabaik.id



Rupanya, memang niat baik itu selalu menemukan jalan untuk merangkul lebih banyak orang, ya.
Mari kita tetap semangat!
\(^0^)/



Monday, 10 December 2018

Merayakan Keberagaman Bersama Benji dan Para Dino

Karena kebahagiaan seorang penulis itu adalah bisa terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang bisa menjangkau lebih banyak orang bersama buku-bukunya, setuju?

Sabtu, 08 Desember 2018 kemarin, senang sekali saya boleh terlibat dalam workshop "Mengenalkan Keberagaman Melalui Dongeng" untuk guru-guru SD. Workshop kolaborasi antara Jaka Tarub (Jaringan Kerja Sama Antar Agama) dan Kelompok Dongeng Bengkimut ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Pekan Aksi Bandung Lautan Damai.

Senangnya melihat mereka bersama buku-buku lain yang mengangkat keberagaman sebagai referensi hari ini
Membawa serta Benji dan Teman-Teman juga Para Dino, saya ikut berpartisipasi mengajak para guru untuk mengenal, merasakan, dan menikmati keragaman dalam cerita melalui bedah buku dan praktik mendongeng.

Para guru sedang membaca dan membedah buku Benji dan Para Dino
Praktik dongeng

Tak hanya itu, mengingat seringkali masih sulit ditemukan buku-buku yang mengangkat tema keberagaman, saya pun membagikan pengalaman menulis cerita anak. Harapannya, semoga semakin banyak orang-orang yang turut serta merayakan keberagaman dengan cara yang menyenangkan lewat cerita.

sharing pengalaman menulis cerita anak

Dan semoga, dunia ini menjadi tempat yang lebih nyaman, tak hanya untuk anak-anak, tetapi juga kita semua. Sampai bertemu di acara seru berikutnya, ya!
\(^0^)/

Saturday, 1 December 2018

Hari Ini dan Suatu Hari Nanti ...

Kak Dy, saya, Kak Sam, Kak Rena

Bersama teman-teman yang menemani bertumbuh melalui kreativitas, karya, dan kecintaan. 
Ini kawan-kawan dari Serat Pena yang membuatkan lagu dan musik dalam launching novel seri Mata karya Mbak Okky Madasari. Pertunjukkan dongeng semakin asyik dengan suara empuk dan semangatnya Kak Sam. 

Terima kasih untuk bahagianya hari ini! Kalian sungguh menginspirasi dan (lagi-lagi) berhasil menyuntikkan semangat baru. Sukses selaluuu!

Dan semoga, suatu hari nanti, si novel anak saya yang masih dalam perjuangan itu bisa launching bersama kalian dan dibuatkan lagu juga. 
Doakan, ya!
\(^0^)/


Tuesday, 27 November 2018

Nama Proyek : Berbagi Bahagia

Yahuuu!
Hari ini akhirnya bertemu dan berkumpul kembali bersama kawan-kawan Bengkimut.
Setelah saling bertukar kabar terkini dan kesibukan akhir-akhir ini, kami mendiskusikan proyek bersama yang baru saja akan dimulai, namanya Proyek Berbagi Bahagia!

foto oleh Kak Ika

Dari barang-barang yang terserak di atas meja, dapatkah kamu menebak isi proyek ini?
Yaph, tentu saja berkaitan dengan cerita, buku-buku, dan dongengnya. 

Doakan proyek ini berjalan dengan lancar sampai kepadamu, ya.
Semangat!
\(^0^)/

Wednesday, 21 November 2018

Mana Yang Lebih Penting?

Tak peduli satu, dua, atau bahkan tiga pendengarnya,
selalu ada cerita untuk membuat bahagia ...

foto oleh Kak Ika, Pustakawan Elmuloka
Dalam sesi Dongeng Rabu di Perpustakaan Elmuloka...
Tema kali ini tentang, "Mana yang Lebih Penting?"
Saya mengambil salah satu cerita dari buku "Kambing dan Keledai" karya Simon Puttock, yang diilustrasikan dengan indah oleh Russell Julian. Ceritanya berjudul "Kacamata Hitam Stoberi."

foto oleh Kak Ika, Pustakawan Elmuloka

Ketika sahabatmu lebih sering bingung,
akankah kamu menawarkan pengertian atau perselisihan?

Sampai jumpa di Dongeng Rabu di lain waktu, ya.
Tetaplah semangat!
\(^0^)/


Tuesday, 13 November 2018

Kemeriahan "Berbagi Bahagia" di Festival Bandung Mendongeng 2018

Hai!
Bagaimana akhir minggumu kemarin?

Saya ikut menyelenggarakan sekaligus menghadiri (tentu dong yaaa) c kegiatan tahunan yang paling ditunggu itu, Festival Bandung Mendongeng 2018 "Berbagi Bahagia." Yay!
Setelah berkejaran menyelesaikan tumpukan deadline, syukurlah saya masih bisa bergabung meski di saat-saat terakhir. Festival kelima ini merupakan kali ketiga saya terlibat dalam penyelenggaraannya. Kesannya? Tetap seru, tetap menyenangkan. Tetap berkesan :)

Kalau di tahun pertama jadi sukarelawan, tahun kedua jadi pendongeng, tahun ini saya bertugas di meja registrasi. Selain mengurus daftar ulang dan menjadi sumber informasi pertama, tentunya menyambut para pengunjung dan pendongeng dengan senyum bahagia.

foto oleh Kak Henry 

Apa saja yang berbeda dari festival tahunan yang rutin digagas oleh Kelompok Dongeng  Bengkimut ini?
Selain bertempat di gedung warna-warni Bandung Creative Hub, kali ini para pendongeng diajak untuk saling berkolaborasi. Gabungan dari berbagai profesi yang berbeda, teknik mendongeng, dan aneka properti unik membuat setiap cerita yang dibawakan benar-benar seru, asyik, dan pastinya membawa bahagia!

foto oleh Kak Kuke, Kak Henry, dan Kak Kanty

Ada Kak Budi Haha dan Mr Francois Keyser, Afifah dan Komunitas Ceria, Kak Ami Ori dan Gagasers, Hayu Maca dan Kuntum Mekar, The Ajaibuns dan Mama Arti, Kak Kenny Dewi dan Kokomang, dan Tim Ayo Dongeng Indonesia.

foto oleh Kak Kuke dan Kak Henry
Tentunya, para personil Bengkimut juga tak ketinggalan berbagi bahagia lewat cerita. Ada yang bercerita langsung, pakai buku, pakai boneka, juga pakai gitar yang mengajak para pendengar bergerak dan bernyanyi. Pokoknya Kak Deta, Kak Aida, Kak Kuke, Kak Kei, dan Kak Meinar sukses menebar bahagia lewat cerita-cerita mereka.

Foto oleh Kak Kuke dan Mbak Aida

Sementara itu, di Riung Ideu - eh sudah tahu kan? Ini perpustakaan kolaborasi Bengkimut dan Elmuloka, yang merupakan markas baru Bengkimut di Bandung Creative Hub (BCH), terdapat beberapa pojok bermain anak. Dengan senang hati kakak-kakak dari Bengkimut, Pustakalana Library, dan Nalaktaks menemani anak-anak memainkan aneka boardgames, melukis wajah alias face painting, atau sekedar duduk-duduk-tidur-tiduran membaca buku. Seru, ya?

Foto oleh Kak Deta

Tak hanya memanjakan hati, event berbagi bahagia ini pun memanjakan perut- terutama hasrat jajan-jajan kita *Kita? saya aja kaliii f(^0^)
Di area bazaar dijual makanan minuman murah meriah, enak dan sehat. Dengan harga tak lebih dari dua puluh ribu rupiah, bisa dijumpai mulai dari mulai rice box sampai pempek rujak (semacam pempek campur gitu), thai tea sampai jus sehat. lengkap! Untuk bazaar produk, ada buku, boneka, dan c produk kecintaan semua orang : Totang- Topi Binatang!

Tanpa terasa pukul sembilan pagi cepat sekali berganti menjadi dua siang. Acara pun menuju titik akhir. Seperti ritual di setiap tahunnya, semua pengunjung, pendongeng, dan panitia foto bersama mengabadikan kebahagiaan sehari itu.

Foto oleh Kak Kuke

Sampai jumpa di festival tahun depan, ya!
Tetaplah berbagi bahagia dan berbahagialah selaluuu!
\(^0^)/

Saturday, 20 October 2018

Proyek Berikutnya : Kolaborasi bersama Goyi Pipi



Bersama partner kolaborasi berikutnya : Goyi dan Pipi.
*meski hanya bersama banner*

Kamu sudah mengenal kedua karakter lucu, enerjik, sekaligus usil aseli Indonesia ini, kan?

Ayo, jangan ketinggalan, ya. Dipastikan persahabatan Goyi Pipi ditingkahi aksi mereka yang lucu, enerjik, dan cerdik-meski-terkadang-usil ini akan membuat hari-harimu lebih seru dan menyenangkan.

Intip serunya dunia mereka di Goyi Pipi.
Atau ikuti mereka di Instagram Goyi Pipi untuk mengikuti cerita-cerita keseharian mereka dan informasi kegiatan lainnya.

Kolaborasi kami sendiri nanti akan dalam bentuk boardbook.
Ditunggu, ya!
\(^0^)/

Thursday, 7 June 2018

Dapur Ngulik - LABu : Penyelamatan Ametis Ungu

Hai!
Akhirnya petualangan memasak di Dapur Ngulik bersama Lentera Anak Bumi alias LABu kembali! Senangnya saya diajak terlibat kembali. Dan, ada yang berbeda dari kegiatan kali ini. Kalau biasanya Dapur Ngulik selalu mengajak anak-anak mendengarkan cerita lalu memasak, kali ini ada tambahannya, yaitu membuat ceritamu sendiri- tentu saja bersama si sayah, hehehe. 
Kolaborasi yang asyik, kan?

Berhubung sedang bulan puasa, menu yang dipilih oleh Mbak Terra selaku pendiri LABu adalah candil ubi ungu, jelly, dan kopyor. Hmmm...membayangkannya saja nampak segar, ya! Ada tujuh anak yang terlibat hari Sabtu, 26 Mei 2018 itu. Rentang usia mereka dari empat sampai delapan tahun.

Pukul dua siang, Ruang GSG Kinarya Gagas- Elmuloka mulai riuh. Anak-anak terlihat tidak sabar melihat empat meja yang begitu berbeda. Satu meja dengan ubi, jeli kemasan, tepung, gula, garam, plastik, dan berbagai alat memasak lain di atasnya. Meja yang lain dengan tumpukan buku dan alat tulis warna-warni. Sementara dua meja terakhir  memiliki kompor. 
"Kita mau bikin apaaa?' kompak semua bertanya. 
Saya pun memulai acara dengan mengajak anak-anak mendengarkan cerita. Dalam upaya agar mereka terlibat aktif sekaligus melatih keterampilan berpikir kritis dan mengungkapkan perasaan, tentu saja buku cerita yang saya buat mengandung aktivitas. 

Tim Dapur Ngulik hari ini bersama buku cerita masing-masing

Ide cerita sendiri berasal dari Mbak Terra, lalu saya kembangkan menjadi cerita yang memuat resep sekaligus aktivitas. Nah, cerita kali ini tentang Violet dari Istana Ungu yang hobi mengoleksi berlian. Violet mendengar kabar bahwa ada seorang pencuri yang menginginkan berlian koleksinya. Anak-anak pun diajak membantu Violet menyembunyikan koleksi tersebut. Mereka harus memilih tiga buah menu-dari sembilan gambar menu yang ada- yang memiliki warna dan bentuk seperti berlian ungu Violet. Maka hasilnya adalah candil ungu (karena sama dari sisi bentuk), jelly ungu (sama dari sisi warna), dan es kopyor (alternatif pilihan out of the box, karena meski berwarna putih, tekstur kopyor yang berlapis akan mampu menyembunyikan c berlian).

Waktu memasak tibaaa! Saya pun menyerahkan anak-anak kepada Mbak Terra. Mereka berpindah meja dan mengawali memasak dengan mengenali alat dan bahan yang akan digunakan. Tugas saya bersama Kak Kei kali ini menjadi tim-sorak-masak-ceria, yaitu menyemangati anak-anak supaya berani mencoba, menyelesaikan masakan tepat waktu, termasuk mampu sabar dalam menunggu giliran. Pokoknya seru deh melihat mereka antusias memasak tiga menu, takut ataupun berhati-hati ketika harus berhadapan dengan kompor yang menyala (mengaduk jeli atau memasukkan adonan candil ke air mendidih), sekaligus bersenda gurau dan tertawa ceria saat bekerja sama- ini terjadi paling sering sih :D

saat membuat candil ubi ungu

saat membuat es kopyor
Tanpa terasa dua jam hampir berlalu. Anak-anak pun membagi candil, jeli, dan es kopyor lalu memasukkan setiap menu tersebut ke tempat makan yang mereka bawa masing-masing. Setelah itu, saya kembali mengajak mereka mereview keseluruhan kegiatan. Tak ketinggalan, menuntaskan akhir cerita- dimana si pencuri yang seharusnya menemukan brankas berlian di kamar Violet, justru merasa kebingungan (dan lapar?) melihat ketiga menu yang tersaji. Ia pun memutuskan meninggalkan istana dan tidak pernah kembali lagi. Bisa dipastikan, anak-anak tertawa mendengar akhir cerita itu. Mereka lalu melengkapi lembar terakhir buku dengan menuliskan perasaan tentang kegiatan hari ini dan menu favorit. 

salah satu kesan anak di lembar refleksi bersama es kopyor campur jeli.
"aku paling suka bikin  jelly sama es kopyor karena bentuknya lucu" - Abhi, 7 tahun.

Pukul lima tiba! Saatnya berpisah...
Anak-anak pamit dengan riang, membawa hasil masakan dan buku cerita-resep-sekaligus-aktivitas  masing-masing. Selain sebagai kenangan, mereka bisa membacanya dan praktik memasak lagi di rumah.

Bagaimana, seru kan?
Ikuti petualangan masak berikutnya hanya di Dapur Ngulik- Lentera Anak Bumi.
Supaya tak ketinggalan, cek selalu informasinya di LABu

Sampai bertemu lagi!
\(^o^)/

Friday, 25 May 2018

Dongeng Kriya Buka Puasa Edisi Perdana

Rabu kemarin, 23 Mei 2018, saya bersama Kelompok Dongeng Bengkimut main ke Telkom University di  Geger Kalong Hilir , Bandung. Acara kali ini adalah buka bersama  anak-anak dari pondok Rumah Pintar Indonesia. Bengkimut, tentu saja, akan memeriahkan acara dengan kegiatan dongeng kriya. 

Melihat perbedaan usia anak-anak, kami membagi dongeng ke dalam dua kelompok : kelompok SD dan SMP. Dengan misi pribadi membuat anak-anak, terutama remaja, lebih senang membaca buku, saya memilih mendongeng untuk anak SMP. Tertantang aja gitu, bagaimana membuat mereka tertarik kepada cerita yang akan dibawakan, sekaligus melihat reaksi mereka. 

Salah satu hal menarik dari kegiatan kali ini adalah bagaimana cerita "Kisah Tiga Hutan" yang bertema Bhinneka, ditulis oleh Kak Odin sang pendongeng. Sementara, saya yang biasanya menulis, kali ini malah mendongeng. Hihi... Sungguh kolaborasi yang asyik, kan?

contekan cerita - karena pendongeng (pemula) juga belajar. haha

Ada 17 anak yang bergabung dalam tim SMP, 10 pria dan 7 wanita. Sebelum mendongeng, saya mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengetahui perasaan mereka tentang kegiatan mendongeng- yang sungguh bisa ditebak melihat remaja masa kini, karena jawaban mereka seputar "Ngantuk," "Bosan," dan "Biasa saja." 
Maka saya pun mengajukan pertanyaan pamungkas berikutnya, apakah ada yang bercita-cita menjadi pendongeng atau penulis cerita? Seperti bisa ditebak (lagi), jawabannya kompak, "Tidaaak!"
Saya pun berkata, "Oke, karena itu, mari sekarang kita mendongeng dan membuat cerita bersama. Dengarkan ceritanya baik-baik."
*padahal modus supaya nggak mendongeng sendirian. hahaha.
Dan cerita pun dimulai...

awal cerita - difoto oleh Kak Kuke
Mengingat remaja yag sudah besar dan cenderung tidak lagi mendengarkan dongeng, saya sadar betul bahwa tak mungkin membawakan dongeng kali ini seperti untuk anak SD. Maka, saya mengajak mereka terlibat aktif dalam kegiatan dongeng. Selain memberi peran dan mengikutsertakan mereka dalam dramatisasi, saya juga mengajak mereka berdiskusi mencari pemecahan masalah di beberapa bagian cerita. Tak ketinggalan, di tim SMP ini saya dibantu oleh Kak Meinar yang mengulang dan memperkuat nilai cerita sementara si sayah mengambil nafas untuk melanjutkan dongeng. Alhasil, dongeng menjadi lebih hidup. Seru deh!

beberapa remaja mengenakan topi binatang, berperan sebagai Raja Hutan. Difoto oleh Kak Odin.

Selesai mendongeng, seperti ciri khas Bengkimut, kakak-kakak SMP diajak membuat kriya. Mereka diajak membuat boneka dirinya dengan cara melipat. Meski awalnya tampak bingung, pada akhirnya mereka asyik berkreasi melipat, menggunting, dan menggambar.

asyik berkriya - difoto oleh Kak Meinar

Setelah itu, mereka melengkapi lembar-lembar dalam jurnal untuk lebih mengenal dirinya, mengenal teman-temannya, dan menyadari bahwa meski berbeda mereka tetap bisa berjalan bersama.

contoh halaman dalam jurnal dan kriya - difoto oleh Kak Mei

Tanpa terasa, siang berganti senja. Tiba waktunya untuk berbuka puasa bersama.
Hari ini, untuk saya pribadi, menjadi salah satu pengalaman yang menyenangkan dan tak terlupakan.
Pengalaman yang mengajari saya, terutama, untuk lebih mensyukuri keadaan.
Terima kasih, anak-anak dari Rumah Pintar Indonesia, senang bisa berbagi cerita sekaligus bahagia bersama kalian.  Tetap semangat ya, Kalian...semoga sukses mencapai cita-cita di masa depan.
Terima kasih juga, Telkom University selaku penyelenggara kegiatan. 
Sampai bertemu di kegiatan seru bersama Bengkimut selanjutnya!
\(^o^)/

Wednesday, 16 May 2018

Festival Anak Bertanya = Festival Bahagia


lembaga yang terlibat di Festival Anak Bertanya

Bersyukur sekali tahun ini bisa terlibat untuk pertama kalinya di Festival Anak Bertanya 2018. Satu event lagi yang menitipkan kesan mendalam, membawa banyak persahabatan juga kebahagiaan, serta menjadi suntikan semangat baru.

bersama tim pendukung utama seusai acara : Tim Acara - Kak Dy, Ketua Pelaksana - Pak Hendra Gunawan, Tim Acara - saya, Konsumsi - Kak Irene, Publikasi - Kak Rena, dan Tim Acara - Kak Deta

Terima kasih untuk kerja sama, koordinasi, dan persahabatan sepanjang proses persiapan sampai usai acara. Semoga anak-anak Indonesia mencapai cita-citanya dengan bahagia.

Untuk melihat kemeriahan acara Festival Anak Bertanya 2018, kamu bisa berkunjung langsung ke sini atau membaca liputan yang telah ditulis oleh tim Kumparan.com


Yuk, tetap semangat memfasilitasi anak-anak Indonesia!
\(^0^)/

Thursday, 10 May 2018

Evan, Kiara, dan Seratpena

saya-Kak Rena-Kak Dy. Foto diambil oleh Kak Arini.

Bahagia itu...
sesederhana menemukan (lagi) kawan baru. Kali ini bersama Kak Rena Asyari dan Kak Dy Murwaningrum dari Komunitas Seratpena. Kami bertiga lagi sama-sama tergabung sebagai tim panitia untuk acara Festival Anak Bertanya2018. 

Nah, kepada mereka saya titipkan Evan dan Kiara. 
Semoga para remaja di sana menyukai ceritanya dan semakin senang membaca.
Dan semoga juga, suatu hari nanti kita bisa berkolaborasi bersama.
Semangat!
\(^o^)/

Monday, 23 April 2018

Selamat Hari Buku! Selamat Berbagi Bahagia!

Satu kegiatan jelang Hari Buku Sedunia yang terlewati bersama teman-teman Kelompok Dongeng Bengkimut, yaitu Festival Hari Buku Anak Vol. II. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pustakalana Library ini diadakan untuk merayakan kecintaan pada buku dan literasi sejak dini. 

suasana saat Kak Odin mendongeng

Nah kali ini, Kak Odin yang membawakan cerita "Seribu Kucing untuk Kakek" karya Suyadi alias Pak Raden. Saya bersama teman-teman fasilitator lain mendampingi teman-teman kecil dan mengajak mereka membuat kriya wayang kucing yang kepalanya bisa bergerak-gerak menggemaskan. Haha!

Lalu tumben, kami sempat mengabadikan moment.

Kelompok Dongeng Bengkimut yang bertugas hari ini

Selamat Hari Buku, ya!
Tetaplah membaca dan membagi kebahagiaan di dalamnya!
\(^o^)/


Saturday, 21 April 2018

Hai, Para Kartini Masa Kini!


Selamat Hari Kartini!
Mari kita lanjutkan perjuangan ini bersama!


Dan, gambar di atas dibuat dalam rangka bookvsauthor yang sempat ramai di Instagram kemarin- kemarin. Eh, pas jumlah kolomnya sesuai jumlah buku yang terbit selama ini, baik dalam bentuk seri maupun duet. Lumayan juga, ya. Hehe.

Mari terus berkarya!
\(^o^)/