“Berapa Umur Bumi” bisa dikategorikan
sebagai pictbook perdana saya.
(Terima kasih, Tuhan…akhirnya bisa punya
pictbook juga).
Semoga setelah ini, semakin banyak pictbook menyusul, meski
tetap mau menulis seri cerita dan aktivitas juga. Haha (penulis kebanyakan
maunya as always).
Selain pictbook perdana, semua yang
berkaitan dengan Berapa Umur Bumi adalah pertama. Eh kecuali ilustratornya, ya.
Malah senang dong bisa ketemu lagi sama Mbak Nita Darsono.
 |
ilustrasi oleh Mbak Nita Darsono |
Jadi awal ceritanya, penawaran menulis
untuk seri Anak Bertanya ini muncul ketika saya menjadi panitia untuk Festival
Anak Bertanya 2018. Dalam rapat awal di bulan Februari, saya ditawari oleh Profesor
Hendra selaku founder Anak Bertanya untuk menulis salah satu topik untuk buku
seri Anak Bertanya.
Ketertarikan awal saya adalah karena sumber
naskah yang memang berasal dari pertanyaan anak, yaitu Naura (7 tahun) di
website Anak Bertanya. Pertanyaan ini kemudian dijawab oleh Pak Sungging
Mumpuni, seorang Astronom, yang kemudian akan saya jadikan cerita untuk buku
seri Anak Bertanya.
Tantangannya?
Mengemas tema yang terasa “berat”
menjadi lebih sederhana, mudah dipahami, sekaligus tetap menarik untuk anak.
Bagaimanakah perjalanannya?
Yah, lumayan terjal dan berbatu *apa sih
f(^0^)
Meski nggak pernah menulis tema sains,
saya merasa ini akan menjadi pengalaman yang baik sekaligus menantang. Semacam
keluar dari zona nyaman gitu. Alhasil, hampir sepanjang tiga bulan saya
habiskan untuk meriset di seputar tema Berapa Umur Bumi- bagaimana bumi
terbentuk, batu-batuannya, teori tentang alam semesta, benda-benda asing, dan
teman-temannya yang di satu titik saya-nggak-ngerti-dan-ingin-menangis-saja.
Hahaha. Ya gitulah, mental si sayah yang anak IPS.
Untunglah, banyak pihak yang membantu
dan mendukung saat riset. Terima kasih kepada Pak Hendra yang selalu
menyediakan waktu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Si Bungsu Shima
yang rela menemani keliling Museum Geologi Bandung demi mengamati dan
mempelajari segala hal tentang Bumi, juga teman-teman Pustakawan dan Baca Buku
atas rekomendasi buku-bukunya- termasuk makan siang bersama, ngobrol, dan
haha-hihi pereda stress (Langsung salah fokus. Ini sebenarnya bikin buku atau
kongkow??)
Lalu lalu cerita berlanjut, setelah
lebih memahami tema dan hal-hal seputarannya, ide pun mulai bermunculan, cerita
mulai terbayang. Ini berarti, waktunya untuk menulis!
Karena sudah beberapa bulan berkutat
setia dengan tema ini (dan kebetulan juga lagi nggak menulis cerita lain),
proses menulis terbilang cepat. Tiga hari menulis. Endapkan. Minggu berikutnya
revisi, lalu kirim. Waktu itu adalah awal bulan Mei.
Lima bulan ke depan, naskah masuk proses
ilustrasi oleh Mbak Nita Darsono. Tepat di bulan Oktober 2018, naskah selesai
direvisi dan siap cetak.
 |
masih hangat! |
Akhir Desember 2018, “Berapa Umur Bumi”
telah siap!
Didukung oleh Universitas ITB dan bekerja
sama dengan Penerbit Common Room Network Foundation, “Berapa Umur Bumi” akan
disebar untuk taman baca mandiri dan rumah belajar di setiap provinsi, dari Aceh sampai Papua. Meski
demikian, kamu juga bisa membelinya di sini.
Nah, selain mimpi pictbook perdana,
akhirnya mimpi bisa menjangkau anak-anak di berbagai penjuru Indonesia juga
bisa tercapai melalui "Berapa Umur Bumi."
Bersyukur sangat!
Terima kasih Profesor Hendra dan Anak
Bertanya!
Terima kasih ITB!
Terima kasih Common Room Network
Foundation!
sudah membantu mewujudkan mimpi itu J
Selamat membaca ya, Kamu…
Selamat memecahkan teka-teki dan lebih
mencintai Bumi.
\(^0^)/
 |
mengintip halaman dalam Berapa Umur Bumi |